Mengenai Saya
- Johan Martha
- Saya lahir tanggal 17 mei 1992 , saya anak pertama dari 9 bersaudara. Sekarang saya seorang guru honorer di SDN Sungai Kupang -Hobi saya Olahraga,Bermain musik,dan share info di internet -Saya juga membuka usaha cuci motor Joe Oand yang terletak di desa malintang kecamatan Gambut . -
Tampilkan postingan dengan label artikel pendidikan. Tampilkan semua postingan
artikel pendidikan, Dunia Pendidikan, informasi terbaru, Manajemen Pendidikan, Materi Kuliah, Pendidikan, Pendidikan Karakter, Sertifikasi
artikel pendidikan, Dunia Pendidikan, guru go blog, informasi terbaru, internet, Materi Pelajaran, Media Pembelajaran, PIM Blogger, teknologi
6 Tips
Memilih Sekolah Desain Berkualitas
Sekolah desainer kini sudah semakin bertambah jumlahnya. Hal
itu dikarenakan sudah banyak orang yang ingin bisa menjadi desainer, baik itu
desain grafis maupun desain komunikasi visual (DKV). Dari sekian banyaknya
sekolah yang ada, tentunya kamu ingin masuk ke sekolah terbaik bukan? Untuk
itu, ada beberapa tips bagaimana menentukan sekolah itu tepat untuk dimasuki.
Yuk, disimak informasinya.
1.
Lihat Kurikulumnya
Kurikulum adalah hal pertama yang harus kamu ketahui sebelum
memilih sekolah desain. Di dalamnya terdapat berbagai pelajaran dasar desain,
seperti teori-teori desain, teknik-teknik menggambar, hingga pengetahuan
mengenai software desain.
Sekolah desainer yang bagus akan memiliki kurikulum yang
padat dan berisi. Kurikulum itu harus update
dengan perkembangan keilmuan desain. Bila di suatu sekolah memiliki
kurikulum yang usang, maka ilmunya tidak akan aplikatif. Sebab, dunia desain
cukup cepat perkembangannya, baik itu dalam segi teknik maupun peranti yang
digunakannya.
Di dalam kurikulum itu juga harus ada pelajaran praktik.
Tanpa adanya itu, maka percuma saja mengetahui teorinya tanpa pernah
mengaplikasikannya. Itu sama saja seperti sering baca buku masak tapi tidak
pernah mencoba memasak.
2.
Fasilitas yang Ada
Hal kedua yang harus kamu pertimbangkan ialah fasilitas
sekolah itu. Fasilitas perlu dipertimbangkan karena erat kaitannya dengan kurikulum yang
diterapkan di sekolah tersebut.
Sekolah desain berkualitas tentunya memiliki fasilitas
lengkap untuk siswa-siswanya. Tanpa adanya itu, proses pembelajaran akan
menjadi terkendala dan menyulitkan saat melakukan praktik desain.
Adapun, bila di sekolah tersebut memiliki perpustakaan buku desain
tersendiri, itu menjadi nilai plus untuk dipilih. Dengan adanya perpustakaan,
kamu dapat dengan mudah menemukan referensi teori desain tanpa harus bersusah
payah mencarinya. Kamu pun dapat mempelajari teori desain dengan mudah.
3.
Alumni Sekolah Tersebut
Sekolah yang bagus tentunya menghasilkan alumni berprestasi.
Kualitas alumni berprestasi merupakan
buah dari kurikulum yang diterapkan di sekolahnya. Sebab, seseorang tidak akan
memiliki kualitas bagus tanpa ada proses belajar sebelumnya.
Selain itu, kamu bisa melihat seberapa banyak alumni dari
suatu sekolah desain bekerja di perusahaan bonafit. Hal itu menandakan kalau
kualitas alumni itu mampu menjawab kebutuhan standar kualitas perusahaan
tersebut.
4.
Banyaknya Siswa di Satu Sekolah
Sekolah desain yang berkualitas layakya gula bagi semut,
yakni mampu menarik banyak siswa untuk belajar di instansi tersebut. Bila suatu
sekolah desain memiliki siswa yang cukup banyak itu bisa saja menandakan
kualitasnya bagus.
Meski demikian, bukan berarti itu bisa menjadi penentu utama
ya guys. Untuk meyakinkannya ada
baiknya kamu berbincang dengan beberapa siswa sekolah tersebut. Tanyakan
berbagai proses pembelajaran dan lain sebagainya. Setelah yakin, kamu bisa
memilih bersekolah di sana.
5.
Banyaknya Siswa dalam Satu Kelas
Poin ini sedikit berbanding terbalik dengan poin sebelumnya.
Kalau kamu mau belajar desain dengan suasana belajar yang baik, maka kelas sesi pelajarannya tidak
berisi banyak orang. Jumlah orang yang sedikit dalam satu kelas dapat menciptakan
konsentrasi belajar lebih baik ketimbang kelas dengan banyak orang.
Sekolah desain yang baik ialah memiliki banyak siswa, namun jumlah siswa per kelasnya tidak terlalu padat. Dengan
begitu, proses pembelajarannya bisa lebih berkualitas dan kamu pastinya akan
mudah menyerap materi pelajarannya.
6.
Biaya
Tentunya, soal biaya perlu kamu pertimbangkan. Jangan sampai
kamu sudah yakin dengan kualitas sekolahnya, namun dompetmu tak sanggup membiayai
pendidikan desainmu. Pilihlah dengan bijak soal biaya pendidikan ini. Jangan
sampai kamu belajar desain tapi pikiranmu tertambat pada persoalan pembiayaan
pendidikanmu.
Soal biaya, kamu harus yakin bahwa terkadang biaya mahal
belum tentu memberikan pendidikan terbaik. Adakalanya sekolah desain dengan biaya
terjangkau mampu memberikan pengetahuan dan pendidikan desain yang berkualitas
untukmu.
Bagaimana beberapa tips memilih sekolah desain tersebut?
Cukup berguna bukan? Nah, dari semua
itu hal utama yang harus kamu ingat dalam memilih sekolah desain ialah kamu
tahu apa yang dibutuhkan dari sekolah itu. Jangan sekedar ikut-ikutan atau
hanya coba-coba. Kamu harus tahu apa yang dituju dengan belajar di suatu
sekolah desain.
IDS |
International Design School memiliki 6 kriteria seperti yang dijelaskan di atas.
Dengan masa kuliah singkat selama 20 bulan, Mahasiswa juga berkesempatan
belajar bersama para praktisi professional, salah satunya Zinnia Nizar-Sompie yang
pernah menjabat Ketua Umum ADGI (Asosiasi Desain Grafis Indonesia) 2014-2016.
Ditambah lagi dengan aktivitas belajar yang menyenangkan dan fasilitas yang
menunjang. IDS | International Design School mengantarkan kamu menjadi seorang
Desainer Grafis profesional yang siap berkarya di industri kreatif.
Selengkapnya bisa cek di http://www.idseducation.com/
Source:
artikel pendidikan, Dunia Pendidikan, News, Pembelajaran dan metode, Peran Blog, PIM Blogger, teknologi
Kelebihan dan Kekurangan Video Tutorial Menggambar Animasi Jepang
Belajar cara menggambar animasi Jepang melalui melalui video tutorial sudah banyak tersedia di berbagai sumber. Ada yang memang gratis dan ada pula video pembelajaran berbayar. Video tutorial itu pun memiliki kelebihan dan kekurangan bagi penggunanya. Apa saja? Yuk, simak ulasannya di artikel ini!
Kelebihan
Ongkosnya Murah
Belajar menggunakan video tutorial di era digital seperti saat ini tentunya jauh lebih murah. Sebab, kamu tidak membutuhkan banyak biaya untuk mendapatkan pembelajaran mengenai menggambar animasi Jepang. Apalagi, banyak video tutorial belajar menggambar di situs Youtube, pastinya kamu tidak perlu repot mengeluarkan uang dan tenaga untuk belajar menggambar.
Meski begitu, keberhasilan kamu menyerap berbagai pembelajaran dari video tutorial bergantung pada seberapa sanggupnya kamu langsung memahami materi dari video itu sendiri. Bila memang videonya mudah dipahami, maka kamu akan sangat mudah menyerap materinya dan begitu pula sebaliknya.
Waktu yang Fleksibel
Menggunakan video tutorial tentunya memberikan waktu yang fleksibel padamu untuk belajar menggambar. Sebab, kamu bisa membuka video itu kapanpun kamu merasa ingin belajar. Dengan begitu, kamu bisa memiliki waktu yang cukup luang untuk kegiatan lainnya. Selain itu, pemilihan waktu menonton video tutorial bisa pula mempertimbangkan mood sehingga apa saja konten pembelajarannya bisa dengan mudah terserap olehmu.
Dapat Skip Materi Belajar ke Bagian yang Diinginkan
Kelebihan video tutorial yang paling digemari ialah materinya dapat diulang ataupun dilewati ke bagian yang diinginkan. Hal itu dapat membantu kamu untuk mendalami proses menggambar animasi Jepang yang cukup rumit. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengulang bagian video yang tidak diinginkan.
Mendapat Insight Cara Menggambar Mangaka atau Animator Terkenal
Dalam beberapa video tutorial yang ada di situs Youtube, ada yang menunjukkan cara menggambar animasi Jepang sesuai dengan cara menggambar pembuatnya. Mulai dari cara mangaka atau animator itu membuat tokoh dari awal hingga selesai hingga detil karakteristik dan ciri khasnya.
Melalui video-video semacam itu, kamu bisa mendapatkan pelajaran dan insight bagaimana cara menggambar tokoh animasi Jepang yang sudah cukup terkenal, seperti Naruto, Doraemon, Monkey D. Luffy, dan lain sebagainya. Dengan belajar melalui video-video itu, kamu bisa membuat tokoh itu sendiri mirip dengan goresan pembuatnya.
Kekurangan
Tidak Ada yang Mengevaluasi Proses Pembelajaran
Kekurangan video tutorial cara menggambar yang pertama ialah tidak adanya pengevaluasi proses belajarnya. Sebab, kamu belajar secara mandiri dan individu tanpa adanya seorang tutor atau fasilitator. Hal ini akan menyulitkan karena kamu tidak tahu seberapa berkembangnya kualitas menggambarmu dan langkah apa yang harus kamu lakukan setelahnya. Kemampuan kamu bisa saja tak berkembang lantaran hanya mengetahui teknik menggambar dari video-video yang ditonton.
Untuk mengembangkan kemampuan menggambar ke tingkat advance tentunya tetap membutuhkan orang lain. Dengan begitu, kamu terarahkan dan tahu berbagai teknik menggambar lainnya yang tidak ada pada video tutorial.
Terbatasnya Pengetahuan Teknik Menggambar
Dengan bergantung pada video tutorial, pengetahuan teknik menggambarmu bisa terbatas. Sebab, tidak semua video tutorial membuka berbagai teknik menggambar yang harus diketahui oleh penontonnya.
Hal tersebut biasanya dikarenakan banyak pembuat video tutorial itu tidak berasal dari latar belakang seni rupa. Banyak yang memang mahir menggambar lantaran belajar otodidak dan tidak memahami berbagai macam teknik menggambar.
Tak Bisa Interaksi Langsung dengan Tutor
Ketika kamu belajar menggambar animasi Jepang dengan video tutorial, pastinya tidak akan mampu berinteraksi langsung secara cepat. Meski saat ini ada metode live streaming, tetap saja ada proses penghambat komunikasimu dengan tutor menggambarmu di video. Sehingga, kamu tidak bisa langsung mendapat respon dari tutormu di dalam video tutorial.
Hal itu akan menyulitkanmu ketika kamu membutuhkan arahan atas suatu kesulitan dalam proses menggambar animasi Jepang. Dengan begitu, kamu harus mencari tahu sendiri bagaimana mengatasi masalah yang tengah dihadapi.
Terbiasa Meniru
Belajar dengan video tutorial membuatmu terbiasa meniru gambar yang dicontohkan. Hal itu akan berdampak pada pengembangan teknik menggambarmu. Sebab, kamu akan terbiasa meniru gambar dalam video tutorial dan sulit mengembangkan teknik menggambar sendiri.
Hal itu pastinya akan menghambat kualitas menggambarmu dan kamu hanya akan menguasai satu atau dua teknik semata. Tanpa adanya ciri khas dan karakteristik itu, kamu hanya akan menjadi peniru yang baik.
Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan belajar cara menggambar animasi Jepang melalui video tutorial. Penggunaan video tutorial agaknya harus diimbangi dengan pembelajaran melalui tutor atau fasilitator secara tatap muka. Dengan begitu, kamu bisa memiliki kemampuan menggambar animasi Jepang lengkap dengan berbagai ruang lingkup tekniknya. Seringlah berlatih dan belajar dengan berbagai cara ya guys! Apalagi kalo kamu belajar di IDS | International Design School, di sini kamu akan belajar langsung dengan animator dan game maker professional di bidangnya loh! Selain itu juga kalian akan mendapatkan mata kuliah yang dirancang untuk mendukung project sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri melainkan membentuk satu kesatuan.
Nah, buat kalian yang tertarik dan mau lihat program apa saja yang kita miliki, bisa cek di Instagram, Facebook, dan web kita di www.idseducation.com untuk info lebih lanjut.
Semangat! Practice Makes Perfect.
Source:
1 2 3 4 5
artikel pendidikan
Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan berbagai aspek yang saling berkaitan. Dalam pembelajaran , guru berhadapan dengan sejumlah peserta didik dengan berbagai macam latar belakang, sikap, dan potensi, yang kesemuanya itu berpengaruh terhadap kebiasaannya dalam mengikuti pembelajaran. Misalnya masih banyak peserta didik kurang bernafsu untuk belajar dan membolos terutama pada mata pelajaran, dan guru yang menurut mereka sulit atau menyulitkan. Untuk kepentingan tersebut guru dituntut membangkitkan motivasi belajar peserta didik. Karena motivasi merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Peserta didik yang memiliki motivasi belajar yang tinggi akan belajar dengan sungguh-sungguh.
Untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik, setiap guru sebaiknya memiliki rasa ingin tahu, mengapa dan bagaimana anak belajar dan menyesuaikan dirinya dengan kondisi-kondisi belajar dalam lingkungannya. Guru juga sebaiknya mampu untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.
Tulisan ini bermaksud untuk memaparkan bagaimana menciptakan suatu pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, sehingga peserta didik termotivasi untuk mengikuti pelajaran di kelas.
Untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan berbagai keterampilan, diantaranya keterampilan mengajar. Keterampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, serta mengajar kelompok kecil dan perorangan.
Setiap keterampilan mengajar memiliki komponen dan prinsip-prinsip dasar tersendiri. Keterampilan mengajar tersebut dan cara menggunakannya agar tercipta pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan adalah sebagai berikut:
A. Menggunakan keterampilan bertanya
Keterampilan bertanya sangat perlu untuk dikuasai oleh guru, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.
Keterampilan bertanya yang perlu dikuasai oleh guru meliputi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.
1. Keterampilan bertanya dasar mencakup;
a. Pertanyaan yang jelas dan singkat,
b. Pemberian acuan yaitu sebelum mengajukan pertanyaan guru perlu memberikan acuan berupa penjelasan singkat yang berisi informasi yang sesuai dengan jawaban yang diharapkan,
c. Memusatkan perhatian; pertanyaan juga dapat digunakan untuk memusatkan perhatian peserta didik,
d. Memberi giliran dan menyebarkan pertanyaan; guru hendaknya berusaha agar semua peserta didik mendapat giliran dalam menjawab pertanyaan, dan yang lebih penting adalah memberikan kesempatan berpikir kepada peserta didik sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan.
2. Keterampilan bertanya lanjutan meliputi;
a. Pengubahan tuntunan tingkat kognitif yaitu guru hendaknya mampu mengubah pertanyaan dari hanya sekadar mengingat fakta menuju pertanyaan aspek kognitif lain seperti penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi,
b. Pengaturan urutan pertanyaan yaitu pertanyaan yang diajukan hendaknya mulai dari yang sederhana menuju yang paling kompleks secara berurutan,
c. Peningkatan terjadinya interaksi yaitu guru hendaknya menjadi dinding pemantul. Jika ada peserta didik yang bertanya, guru tidak menjawab secara langsung, tetapi dilontarkan kembali ke seluruh peserta didik untuk didiskusikan.
B. Memberi penguatan
Penguatan merupakan respons terhadap suatu perilaku yang dapat menimbulkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan dapat dilakukan secara verbal berupa kata-kata dan kalimat pujian dan secara non verbal yang dilakukan dengan gerakan mendekati peserta didik dan kegiatan yang menyenangkan. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan membina perilaku yang produktif.
C. Mengadakan variasi
Mengadakan variasi merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun , dan penuh partisipasi. Variasi dalam kegiatan pembelajaran meliputi;
1. Variasi dalam gaya mengajar misalnya variasi suara, gerakan badan dan mimik, mengubah posisi, dan mengadakan kontak pandang dengan peserta didik.
2. Variasi dalam penggunaan media dan sumber belajar misalnya variasi alat dan bahan yang dapat dilihat, penggunaan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar.
3. Variasi dalam pola interaksi misalnya dalam mengelompokkan peserta didik, tempat kegiatan pembelajaran, dan dalam pengorganisasian pesan ( deduktif dan induktif).
D. Menjelaskan
Penggunaan penjelasan dalam pembelajaran memiliki beberapa komponen yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Perencanaan meliputi isi pesan yang akan disampaikan harus sistematis dan mudah dipahami oleh peserta didik dan dalam memberikan penjelasan harus mempertimbangkan kemampuan dan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik.
2. Penyajian dapat menggunakan pola induktif yaitu memberikan contoh terlebih dahulu kemudian menarik kesimpulan umum dan pola deduktif yaitu hukum atau rumus dikemukakan lebih dahulu lalu diberi contoh untuk memperjelas rumus dan hukum yang telah dikemukakan.
E. Membuka dan menutup pelajaran
Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan secara profesional akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran. Membuka pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik perhatian peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri sepenuhnya pada pelajaran yang akan disajikan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah:
1. Menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan disajikan.
2. Menyampaikan tujuan (kompetensi dasar) yang akan dicapai.
3. Menyampaikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan tugas-tugas yang harus diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
4. Mendayagunakan media dan sumber belajar yang sesuai dengan materi yang akan disajikan.
5. Mengajukan pertanyaan, baik untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap pelajaran yang telah lalu maupun untuk menjajaki kemampuan awal berkaitan dengan bahan yang akan dipelajari.
Menutup pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui pencapai tujuan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta mengakhiri kegiatan pembelajaran. Untuk menutup pelajaran kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan adalah:
1. Menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari (kesimpulan bisa dilakukan oleh guru, oleh peserta didik, atau permintaan guru, atau oleh peserta didik bersama guru).
2. Mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dan keefektifan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
3. Menyampaikan bahan-bahan pendalaman yang harus dipelajari dan tugas-tugas yang harus dikerjakan (baik tugas individu maupun tugas kelompok) sesuai dengan materi yang telah dipelajari.
4. Memberikan post tes baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan.
F. Membimbing diskusi kelompok kecil
Hal-hal yang perlu dipersiapkan guru agar diskusi kelompok kecil dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran adalah:
1. Pembentukan kelompok secara tepat
2. Memberikan topik yang sesuai
3. Pengaturan tempat duduk yang memungkinkan semua peserta didik dapat berpartisipasi secara aktif.
G. Mengelola kelas
Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah; kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, luwes, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman disiplin diri.
Keterampilan mengelola kelas memiliki komponen sebagai berikut:
1. Penciptaan dan pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal
a. Menunjukkan sikap tanggap dengan cara; memandang secara seksama, mendekati, memberikan pernyataan dan memberi reaksi terhadap gangguan di kelas.
b. Memberi petunjuk yang jelas.
c. Memberi teguran secara bijaksana.
d. Memberi penguatan ketika diperlukan.
2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal
a. Modifikasi perilaku yaitu mengajarkan perilaku yang baru dengan contoh dan pembiasaan, meningkatkan perilaku yang baik dengan penguatan, dan mengurangi perilaku buruk dengan hukuman.
b. Pengelolaan kelompok dengan cara; peningkatan kerja sama dan keterlibatan, menangani konflik dan memperkecil masalah yang timbul.
c. Menemukan dan mengatasi perilaku yang menimbulkan masalah, misalnya mengawasi secara ketat, mendorong peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya, menjauhkan benda-benda yang dapat mengganggu konsentrasi, dan menghilangkan ketegangan dengan humor.
H. Mengajar kelompok kecil dan perorangan
Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik.
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat dilakukan dengan:
1. Mengembangkan keterampilan dalam pengorganisasian, dengan memberikan motivasi dan membuat variasi dalam pemberian tugas.
2. Membimbing dan memudahkan belajar, yang mencakup penguatan, proses awal, supervisi, dan interaksi pembelajaran.
3. Pemberain tugas yang jelas, menantang dan menarik.
Untuk melakukan pembelajaran perorangan perlu diperhatikan kemampuan dan kematangan berpikir peserta didik agar apa yang disampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta didik.
Selain beberapa komponen keterampilan mengajar yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, guru juga harus kreatif, profesional, dan menyenangkan dengan memposisikan diri sebagai berikut;
1. Orang tua yang penuh kasih sayang pada peserta didiknya.
2. Teman, tempat mengadu, dan mengutarakan perasaan bagi para peserta didik.
3. Fasilitator yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani peserta didik sesuai dengan minat, kemampuan, dan bakatnya.
4. Pemberi sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran pemecahannya.
5. Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab kepada peserta didik.
6. Membiasakan peserta didik untuk saling bersilaturrahmi dengan orang lain.
7. Mengembangkan kreativitas peserta didik.
Dengan memiliki beberapa keterampilan mengajar yang telah diuraikan di atas diharapkan guru tidak lagi menjadi figur yang menakutkan bagi peserta didiknya, sehingga peserta didik akan senantiasa memiliki perasaan yang nyaman jika berada dalam proses pembelajaran dan akan senantiasa memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti pembelajaran.
Sumber : Rumah Belajar
Untuk membangkitkan motivasi belajar peserta didik, setiap guru sebaiknya memiliki rasa ingin tahu, mengapa dan bagaimana anak belajar dan menyesuaikan dirinya dengan kondisi-kondisi belajar dalam lingkungannya. Guru juga sebaiknya mampu untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan.
Tulisan ini bermaksud untuk memaparkan bagaimana menciptakan suatu pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, sehingga peserta didik termotivasi untuk mengikuti pelajaran di kelas.
Untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan diperlukan berbagai keterampilan, diantaranya keterampilan mengajar. Keterampilan mengajar yang sangat berperan dan menentukan kualitas pembelajaran, yaitu keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pelajaran, membimbing diskusi kelompok kecil, mengelola kelas, serta mengajar kelompok kecil dan perorangan.
Setiap keterampilan mengajar memiliki komponen dan prinsip-prinsip dasar tersendiri. Keterampilan mengajar tersebut dan cara menggunakannya agar tercipta pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan adalah sebagai berikut:
A. Menggunakan keterampilan bertanya
Keterampilan bertanya sangat perlu untuk dikuasai oleh guru, karena hampir dalam setiap tahap pembelajaran guru dituntut untuk mengajukan pertanyaan, dan kualitas pertanyaan yang diajukan guru akan menentukan kualitas jawaban peserta didik.
Keterampilan bertanya yang perlu dikuasai oleh guru meliputi keterampilan bertanya dasar dan keterampilan bertanya lanjutan.
1. Keterampilan bertanya dasar mencakup;
a. Pertanyaan yang jelas dan singkat,
b. Pemberian acuan yaitu sebelum mengajukan pertanyaan guru perlu memberikan acuan berupa penjelasan singkat yang berisi informasi yang sesuai dengan jawaban yang diharapkan,
c. Memusatkan perhatian; pertanyaan juga dapat digunakan untuk memusatkan perhatian peserta didik,
d. Memberi giliran dan menyebarkan pertanyaan; guru hendaknya berusaha agar semua peserta didik mendapat giliran dalam menjawab pertanyaan, dan yang lebih penting adalah memberikan kesempatan berpikir kepada peserta didik sebelum menjawab pertanyaan yang diajukan.
2. Keterampilan bertanya lanjutan meliputi;
a. Pengubahan tuntunan tingkat kognitif yaitu guru hendaknya mampu mengubah pertanyaan dari hanya sekadar mengingat fakta menuju pertanyaan aspek kognitif lain seperti penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi,
b. Pengaturan urutan pertanyaan yaitu pertanyaan yang diajukan hendaknya mulai dari yang sederhana menuju yang paling kompleks secara berurutan,
c. Peningkatan terjadinya interaksi yaitu guru hendaknya menjadi dinding pemantul. Jika ada peserta didik yang bertanya, guru tidak menjawab secara langsung, tetapi dilontarkan kembali ke seluruh peserta didik untuk didiskusikan.
B. Memberi penguatan
Penguatan merupakan respons terhadap suatu perilaku yang dapat menimbulkan kemungkinan terulangnya kembali perilaku tersebut. Penguatan dapat dilakukan secara verbal berupa kata-kata dan kalimat pujian dan secara non verbal yang dilakukan dengan gerakan mendekati peserta didik dan kegiatan yang menyenangkan. Penguatan bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik terhadap pembelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan membina perilaku yang produktif.
C. Mengadakan variasi
Mengadakan variasi merupakan keterampilan yang harus dikuasai guru dalam pembelajaran untuk mengatasi kebosanan peserta didik, agar selalu antusias, tekun , dan penuh partisipasi. Variasi dalam kegiatan pembelajaran meliputi;
1. Variasi dalam gaya mengajar misalnya variasi suara, gerakan badan dan mimik, mengubah posisi, dan mengadakan kontak pandang dengan peserta didik.
2. Variasi dalam penggunaan media dan sumber belajar misalnya variasi alat dan bahan yang dapat dilihat, penggunaan sumber belajar yang ada di lingkungan sekitar.
3. Variasi dalam pola interaksi misalnya dalam mengelompokkan peserta didik, tempat kegiatan pembelajaran, dan dalam pengorganisasian pesan ( deduktif dan induktif).
D. Menjelaskan
Penggunaan penjelasan dalam pembelajaran memiliki beberapa komponen yang harus diperhatikan, yaitu:
1. Perencanaan meliputi isi pesan yang akan disampaikan harus sistematis dan mudah dipahami oleh peserta didik dan dalam memberikan penjelasan harus mempertimbangkan kemampuan dan pengetahuan dasar yang dimiliki oleh peserta didik.
2. Penyajian dapat menggunakan pola induktif yaitu memberikan contoh terlebih dahulu kemudian menarik kesimpulan umum dan pola deduktif yaitu hukum atau rumus dikemukakan lebih dahulu lalu diberi contoh untuk memperjelas rumus dan hukum yang telah dikemukakan.
E. Membuka dan menutup pelajaran
Membuka dan menutup pelajaran yang dilakukan secara profesional akan memberikan pengaruh positif terhadap kegiatan pembelajaran. Membuka pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru untuk menciptakan kesiapan mental dan menarik perhatian peserta didik secara optimal, agar mereka memusatkan diri sepenuhnya pada pelajaran yang akan disajikan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut adalah:
1. Menghubungkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan disajikan.
2. Menyampaikan tujuan (kompetensi dasar) yang akan dicapai.
3. Menyampaikan langkah-langkah kegiatan pembelajaran dan tugas-tugas yang harus diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran.
4. Mendayagunakan media dan sumber belajar yang sesuai dengan materi yang akan disajikan.
5. Mengajukan pertanyaan, baik untuk mengetahui pemahaman peserta didik terhadap pelajaran yang telah lalu maupun untuk menjajaki kemampuan awal berkaitan dengan bahan yang akan dipelajari.
Menutup pelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui pencapai tujuan dan pemahaman peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta mengakhiri kegiatan pembelajaran. Untuk menutup pelajaran kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan adalah:
1. Menarik kesimpulan mengenai materi yang telah dipelajari (kesimpulan bisa dilakukan oleh guru, oleh peserta didik, atau permintaan guru, atau oleh peserta didik bersama guru).
2. Mengajukan beberapa pertanyaan untuk mengukur tingkat pencapaian tujuan dan keefektifan pembelajaran yang telah dilaksanakan.
3. Menyampaikan bahan-bahan pendalaman yang harus dipelajari dan tugas-tugas yang harus dikerjakan (baik tugas individu maupun tugas kelompok) sesuai dengan materi yang telah dipelajari.
4. Memberikan post tes baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan.
F. Membimbing diskusi kelompok kecil
Hal-hal yang perlu dipersiapkan guru agar diskusi kelompok kecil dapat digunakan secara efektif dalam pembelajaran adalah:
1. Pembentukan kelompok secara tepat
2. Memberikan topik yang sesuai
3. Pengaturan tempat duduk yang memungkinkan semua peserta didik dapat berpartisipasi secara aktif.
G. Mengelola kelas
Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi gangguan dalam pembelajaran. Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas adalah; kehangatan dan keantusiasan, tantangan, bervariasi, luwes, penekanan pada hal-hal positif, dan penanaman disiplin diri.
Keterampilan mengelola kelas memiliki komponen sebagai berikut:
1. Penciptaan dan pemeliharaan iklim pembelajaran yang optimal
a. Menunjukkan sikap tanggap dengan cara; memandang secara seksama, mendekati, memberikan pernyataan dan memberi reaksi terhadap gangguan di kelas.
b. Memberi petunjuk yang jelas.
c. Memberi teguran secara bijaksana.
d. Memberi penguatan ketika diperlukan.
2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal
a. Modifikasi perilaku yaitu mengajarkan perilaku yang baru dengan contoh dan pembiasaan, meningkatkan perilaku yang baik dengan penguatan, dan mengurangi perilaku buruk dengan hukuman.
b. Pengelolaan kelompok dengan cara; peningkatan kerja sama dan keterlibatan, menangani konflik dan memperkecil masalah yang timbul.
c. Menemukan dan mengatasi perilaku yang menimbulkan masalah, misalnya mengawasi secara ketat, mendorong peserta didik untuk mengungkapkan perasaannya, menjauhkan benda-benda yang dapat mengganggu konsentrasi, dan menghilangkan ketegangan dengan humor.
H. Mengajar kelompok kecil dan perorangan
Pengajaran kelompok kecil dan perorangan merupakan suatu bentuk pembelajaran yang memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap peserta didik, dan menjalin hubungan yang lebih akrab antara guru dengan peserta didik maupun antara peserta didik dengan peserta didik.
Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perorangan dapat dilakukan dengan:
1. Mengembangkan keterampilan dalam pengorganisasian, dengan memberikan motivasi dan membuat variasi dalam pemberian tugas.
2. Membimbing dan memudahkan belajar, yang mencakup penguatan, proses awal, supervisi, dan interaksi pembelajaran.
3. Pemberain tugas yang jelas, menantang dan menarik.
Untuk melakukan pembelajaran perorangan perlu diperhatikan kemampuan dan kematangan berpikir peserta didik agar apa yang disampaikan bisa diserap dan diterima oleh peserta didik.
Selain beberapa komponen keterampilan mengajar yang harus dimiliki oleh seorang guru untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan menyenangkan, guru juga harus kreatif, profesional, dan menyenangkan dengan memposisikan diri sebagai berikut;
1. Orang tua yang penuh kasih sayang pada peserta didiknya.
2. Teman, tempat mengadu, dan mengutarakan perasaan bagi para peserta didik.
3. Fasilitator yang selalu siap memberikan kemudahan, dan melayani peserta didik sesuai dengan minat, kemampuan, dan bakatnya.
4. Pemberi sumbangan pemikiran kepada orang tua untuk dapat mengetahui permasalahan yang dihadapi anak dan memberikan saran pemecahannya.
5. Memupuk rasa percaya diri, berani dan bertanggung jawab kepada peserta didik.
6. Membiasakan peserta didik untuk saling bersilaturrahmi dengan orang lain.
7. Mengembangkan kreativitas peserta didik.
Dengan memiliki beberapa keterampilan mengajar yang telah diuraikan di atas diharapkan guru tidak lagi menjadi figur yang menakutkan bagi peserta didiknya, sehingga peserta didik akan senantiasa memiliki perasaan yang nyaman jika berada dalam proses pembelajaran dan akan senantiasa memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti pembelajaran.
Sumber : Rumah Belajar
artikel pendidikan, PIM Blogger
Curahan Hati Sang Operator - Mungkin anda penasaran kerjaan operator apa sich. Pasti gajinya gede ya... nie coba saya tebak, kerja sebagai operator alat berat di pertambangan ya ! atau operator warnet nich. Semua pendapat anda itu kurang tepat, sebenarnya yang saya tulis ini adalah curahan hati para Operator sekolah yang dalam beberapa bulan ini disibukkan dengan tugas berat yang di embannya.
Dalam benak anda mungkin bertanya kembali, Siapa Sich Operator Sekolah ?, Apa tugas nya ?
Menurut saya pribadi operator sekolah adalah guru (PNS, Honor, Kontrak, dsb), Tata Usaha, ataupun orang lain diluar sekolah yang membantu administrasi sekolah. Di tahun 2013 ini, Kebutuhan seorang operator sekolah dikarenakan pendataan tenaga pendidik dilakukan online dengan sebuah aplikasi dapodik, tidak lagi melakukan pemberkasan seperti yang sudah dilakukan pada beberapa tahun sebelumnya. Selain itu, dalam beberapa bulan ini operator juga disibukkan dengan yang namanya Verifikasi Validasi (verval) NUPTK yang dilakukan di seluruh Indonesia yang dilaksanakan oleh semua Pengawas, Kepala Sekolah, dan guru dengan menginput pemutakhiran data masing-masing secara online di website padamu.siap.web.id yang kerennya Padamu Negeri. Sebetulnya tugas operator itu mudah dan tidak berat, namun di setiap sekolah para PTK (pendidik dan tenaga kependidikan) tidak semua orang bisa melakukannya sendiri. Sehingga dalam menginput data pribadi semuanya di serahkan ke operator sekolah. Walaupun sampai saat ini tidak ada SK atau surat secara resmi penetapan sebagai operator sekolah oleh pemerintah.
Belum lagi masalah website yang sulit diakses pada jam-jam tertentu sehingga membuat stres para Operator sekolah, untuk mempermudah menginput data tersebut maka para operator sekolah sebagian ada saja yang tengah malam melaksanakan tugas tersebut demi sekolah. Tapi kenyataannya pihak sekolah belum tentu mengetahui kondisi pekerjaan operator sekolah seperti itu ?, dan sudah kah memperhatikan kesejahteraan mereka ?
Kemudian masalah yang sangat besar dan sering dikumandangkan di beberapa grup facebook yang berkaitan dengan pendataan sekolah yaitu mengenai besaran gaji (honor) yang di dapatkan yang kurang jelas dari sekolah. Sedangkan mereka (Operator sekolah) dengan penuh keikhlasan melaksanakan input data para PTK dan EDS Guru dan siswa dengan begadang semalaman. Alhamdulillah, kalau saya sendiri sebagai Operator Sekolah di SDN Tambak Sirang Baru Gambut sudah diberikan honor yang memadai dari sekolah dan para guru, saya berharap semoga para operator di sekolah-sekolah yang lain bisa lebih diperhatikan lagi honor serta kesejahteraannya oleh pihak sekolah dan pemerintah.
Diakhir curahan hati ini, ayo para Operator sekolah kita menyanyikan lagu ini ya !!
Padamu negeri kami berjanji
Padamu negeri kami berbakti
Padamu negeri kami mengabdi
Bagimu negeri jiwa raga kami
Hidup Operator sekolah….Tetap semangat…
artikel pendidikan
10 ciri guru profesional# Menjadi seorang guru yang profesional adalah impian para pendidik, ini 10 ciri guru profesional
1. Selalu punya energi untuk siswanya
Seorang guru yang baik menaruh perhatian pada siswa di setiap percakapan atau diskusi dengan mereka. Guru yang baik juga punya kemampuam mendengar dengan seksama.
2. Punya tujuan jelas untuk Pelajaran
Seorang guru yang baik menetapkan tujuan yang jelas untuk setiap pelajaran dan bekerja untuk memenuhi tujuan tertentu dalam setiap kelas.
3. Punya keterampilan mendisiplinkan yang efektif
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan disiplin yang efektif sehingga bisa mempromosikan perubahan perilaku positif di dalam kelas.
4. Punya keterampilan manajemen kelas yang baik
Seorang guru yang baik memiliki keterampilan manajemen kelas yang baik dan dapat memastikan perilaku siswa yang baik, saat siswa belajar dan bekerja sama secara efektif, membiasakan menanamkan rasa hormat kepada seluruh komponen didalam kelas.
5. Bisa berkomunikasi dengan Baik Orang Tua
Seorang guru yang baik menjaga komunikasi terbuka dengan orang tua dan membuat mereka selalu update informasi tentang apa yang sedang terjadi di dalam kelas dalam hal kurikulum, disiplin, dan isu lainnya. Mereka membuat diri mereka selalu bersedia memenuhi panggilan telepon, rapat, email dan sekarang, twitter.
6. Punya harapan yang tinggi pada siswa nya
Seorang guru yang baik memiliki harapan yang tinggi dari siswa dan mendorong semua siswa dikelasnya untuk selalu bekerja dan mengerahkan potensi terbaik mereka.
7. Pengetahuan tentang Kurikulum
Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan mendalam tentang kurikulum sekolah dan standar-standar lainnya. Mereka dengan sekuat tenaga memastikan pengajaran mereka memenuhi standar-standar itu.
8. Pengetahuan tentang subyek yang diajarkan
Hal ini mungkin sudah jelas, tetapi kadang-kadang diabaikan. Seorang guru yang baik memiliki pengetahuan yang luar biasa dan antusiasme untuk subyek yang mereka ajarkan. Mereka siap untuk menjawab pertanyaan dan menyimpan bahan menarik bagi para siswa, bahkan bekerja sama dengan bidang studi lain demi pembelajaran yang kolaboratif.
9. Selalu memberikan yang terbaik untuk Anak-anak dan proses Pengajaran
Seorang guru yang baik bergairah mengajar dan bekerja dengan anak-anak. Mereka gembira bisa mempengaruhi siswa dalam kehidupan mereka dan memahami dampak atau pengaruh yang mereka miliki dalam kehidupan siswanya, sekarang dan nanti ketika siswanya sudah beranjak dewasa.
10. Punya hubungan yang berkualitas dengan Siswa
Seorang guru yang baik mengembangkan hubungan yang kuat dan saling hormat menghormati dengan siswa dan membangun hubungan yang dapat dipercaya.
Top 5 Popular of The Week
-
A. Judultentatif PESAN MORAL DALAM LIRIK LAGU DANGDUT KARYA H. RHOMA IRAMA B. Latar Belakang Masalah ...
-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Karya sastra merupakan hasil cipta manusia selain memberikan hiburan juga sa...
-
Ampat si Ampatlima merupakan sebuah lagu yang berasal dari kalimantan selatan Lagu ini merupakan ungkapan perasaan seseorang , Dala...





