, , , , , ,

    Kelebihan dan Kekurangan Video Tutorial Menggambar Animasi Jepang

    Belajar cara menggambar animasi Jepang melalui melalui video tutorial sudah banyak tersedia di berbagai sumber. Ada yang memang gratis dan ada pula video pembelajaran berbayar. Video tutorial itu pun memiliki kelebihan dan kekurangan bagi penggunanya. Apa saja? Yuk, simak ulasannya di artikel ini!










    Kelebihan

    Ongkosnya Murah

    Belajar menggunakan video tutorial di era digital seperti saat ini tentunya jauh lebih murah. Sebab, kamu tidak membutuhkan banyak biaya untuk mendapatkan pembelajaran mengenai menggambar animasi Jepang. Apalagi, banyak video tutorial belajar menggambar di situs Youtube, pastinya kamu tidak perlu repot mengeluarkan uang dan tenaga untuk belajar menggambar.

    Meski begitu, keberhasilan kamu menyerap berbagai pembelajaran dari video tutorial bergantung pada seberapa sanggupnya kamu langsung memahami materi dari video itu sendiri. Bila memang videonya mudah dipahami, maka kamu akan sangat mudah menyerap materinya dan begitu pula sebaliknya.

    Waktu yang Fleksibel

    Menggunakan video tutorial tentunya memberikan waktu yang fleksibel padamu untuk belajar menggambar. Sebab, kamu bisa membuka video itu kapanpun kamu merasa ingin belajar. Dengan begitu, kamu bisa memiliki waktu yang cukup luang untuk kegiatan lainnya. Selain itu, pemilihan waktu menonton video tutorial bisa pula mempertimbangkan mood sehingga apa saja konten pembelajarannya bisa dengan mudah terserap olehmu.



    Dapat Skip Materi Belajar ke Bagian yang Diinginkan

    Kelebihan video tutorial yang paling digemari ialah materinya dapat diulang ataupun dilewati ke bagian yang diinginkan. Hal itu dapat membantu kamu untuk mendalami proses menggambar animasi Jepang yang cukup rumit. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengulang bagian video yang tidak diinginkan.

    Mendapat Insight Cara Menggambar Mangaka atau Animator Terkenal

    Dalam beberapa video tutorial yang ada di situs Youtube, ada yang menunjukkan cara menggambar animasi Jepang sesuai dengan cara menggambar pembuatnya. Mulai dari cara mangaka atau animator itu membuat tokoh dari awal hingga selesai hingga detil karakteristik dan ciri khasnya.

    Melalui video-video semacam itu, kamu bisa mendapatkan pelajaran dan insight bagaimana cara menggambar tokoh animasi Jepang yang sudah cukup terkenal, seperti Naruto, Doraemon, Monkey D. Luffy, dan lain sebagainya. Dengan belajar melalui video-video itu, kamu bisa membuat tokoh itu sendiri mirip dengan goresan pembuatnya.


    Kekurangan

    Tidak Ada yang Mengevaluasi Proses Pembelajaran

    Kekurangan video tutorial cara menggambar yang pertama ialah tidak adanya pengevaluasi proses belajarnya. Sebab, kamu belajar secara mandiri dan individu tanpa adanya seorang tutor atau fasilitator. Hal ini akan menyulitkan karena kamu tidak tahu seberapa berkembangnya kualitas menggambarmu dan langkah apa yang harus kamu lakukan setelahnya. Kemampuan kamu bisa saja tak berkembang lantaran hanya mengetahui teknik menggambar dari video-video yang ditonton.

    Untuk mengembangkan kemampuan menggambar ke tingkat advance tentunya tetap membutuhkan orang lain. Dengan begitu, kamu terarahkan dan tahu berbagai teknik menggambar lainnya yang tidak ada pada video tutorial.

    Terbatasnya Pengetahuan Teknik Menggambar

    Dengan bergantung pada video tutorial, pengetahuan teknik menggambarmu bisa terbatas. Sebab, tidak semua video tutorial membuka berbagai teknik menggambar yang harus diketahui oleh penontonnya.

    Hal tersebut biasanya dikarenakan banyak pembuat video tutorial itu tidak berasal dari latar belakang seni rupa. Banyak yang memang mahir menggambar lantaran belajar otodidak dan tidak memahami berbagai macam teknik menggambar.

    Tak Bisa Interaksi Langsung dengan Tutor

    Ketika kamu belajar menggambar animasi Jepang dengan video tutorial, pastinya tidak akan mampu berinteraksi langsung secara cepat. Meski saat ini ada metode live streaming, tetap saja ada proses penghambat komunikasimu dengan tutor menggambarmu di video. Sehingga, kamu tidak bisa langsung mendapat respon dari tutormu di dalam video tutorial.

    Hal itu akan menyulitkanmu ketika kamu membutuhkan arahan atas suatu kesulitan dalam proses menggambar animasi Jepang. Dengan begitu, kamu harus mencari tahu sendiri bagaimana mengatasi masalah yang tengah dihadapi.

    Terbiasa Meniru

    Belajar dengan video tutorial membuatmu terbiasa meniru gambar yang dicontohkan. Hal itu akan berdampak pada pengembangan teknik menggambarmu. Sebab, kamu akan terbiasa meniru gambar dalam video tutorial dan sulit mengembangkan teknik menggambar sendiri.

    Hal itu pastinya akan menghambat kualitas menggambarmu dan kamu hanya akan menguasai satu atau dua teknik semata. Tanpa adanya ciri khas dan karakteristik itu, kamu hanya akan menjadi peniru yang baik.

    Itulah beberapa kelebihan dan kekurangan belajar cara menggambar animasi Jepang melalui video tutorial. Penggunaan video tutorial agaknya harus diimbangi dengan pembelajaran melalui tutor atau fasilitator secara tatap muka. Dengan begitu, kamu bisa memiliki kemampuan menggambar animasi Jepang lengkap dengan berbagai ruang lingkup tekniknya. Seringlah berlatih dan belajar dengan berbagai cara ya guys! Apalagi kalo kamu belajar di IDS | International Design School, di sini kamu akan belajar langsung dengan animator dan game maker professional di bidangnya loh! Selain itu juga kalian akan mendapatkan mata kuliah yang dirancang untuk mendukung project sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri melainkan membentuk satu kesatuan.

    Nah, buat kalian yang tertarik dan mau lihat program apa saja yang kita miliki, bisa cek di  Instagram, Facebook, dan web kita di www.idseducation.com untuk info lebih lanjut.

    Semangat! Practice Makes Perfect.


    Source:
     
    1  2  3  4  5





    ,

    Ini Sikap Bijaksana MenPAN-RB Terhadap Lulusan PTS Bermasalah, Ini Buktinya
    JAKARTA – Lulusan perguruan tinggi swasta (PTS) bermasalah tetap bisa melamar CPNS dan mengikuti seleksi.
    Penegasan itu disampaikan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi menanggapi pernyataan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) soal keberadaan 243 PTS yang dicap bermasalah. Bahkan ada larangan untuk lulusan PTS bermasalah ikut seleksi CPNS.
    “Saya yakin, tidak seperti itu maksud Kemenristek Dikti. Pemerintah tidak boleh melarang lulusan dari 243 PTS itu melamar CPNS, karena itu hak azasi mereka,” kata Yuddy, Sabtu (10/10).
    Bila dalam proses rekrutmen, menurut Yuddy, lulusan PTS bermasalah lolos seleksi maka golongan kepangkatannya yang disesuaikan. Misalnya, formasi sarjana golongannya IIIa, tapi karena yang bersangkutan mendapatkan ijazah dari PTS abal-abal, otomatis dia turun IIa.
    “Dia akan disesuaikan golongan kepangkatannya bila yang bersangkutan melanjutkan studi di PTS yang diakui,” terangnya.
    Dia menambahkan, rekrutmen CPNS 2016 tetap memberikan kesempatan bagi lulusan dari mana saja untuk ikut seleksi. Dengan ketentuan umum, umur minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun.

    Sumber : Nazhar Facebook 


    Salam Hormat Para Penjelajah Blogs .

    Sangat Tragedi nasib para guru honorer, gajih seadanya yang mereka terima tidak pernah menyurutkan semangat mereka untuk terus memajukan anak bangsa. 

    Sebenarnya Para guru honorer bukan tidak ikhlas dalam menyampaikan ilmu , tapi buka mata mereka hanya mengharapkan sedikit santunan untuk kehidupan mereka .

    Sampai sekarang ,di era sekarang kira-kira masih banyak guru honorer yang hidup seadanya padahal sudah menghasilkan para generasi penerus bangsa yang hebat. 
    Ini hanya sekedar coretan hati saya , dan terbukti dengan adanya berita yang saya peroleh , berikut paparan berita yang membuat hati saya sedikit terisis. 

    Harapan honorer non kategori seperti guru tidak tetap (GTT) untuk diangkat CPNS lewat jalur khusus seperti honorer kategori satu (K1) dan kategori dua (K2), tidak bisa terealisasi.

    Menurut Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi, honorer non kategori seperti GTT bisa diangkat CPNS asalkan memenuhi kriteria yang ditetapkan. Beberapa kriterianya antara lain berumur di bawah 35 tahun, memenuhi kompetensi, dan ada formasinya.

    "Kalau mau jadi CPNS harus ikut mekanisme UU ASN yaitu harus tes dan maksimal 35 tahun. Di luar itu, silakan mengikuti jalur pegawai
    pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK)," jelas Menteri Yuddy, Minggu (6/9).

    ‎Dia menambahkan, tidak ada regulasi baru untuk pengangkatan GTT dan honorer non kategori. Pijakan pemerintah tetap pada PP 48/2005 jo PP 43/2007 jo PP 56/2012.
    "PP 48 kan sudah jelas menyebutkan instansi pusat dan daerah dilarang merekrut tenaga honorer lagi. Kalau masih ada yang ngeyel, itu salah siapa? Masak pemerintah harus membantu instansi yang sudah melanggar UU, kan PP itu turunan UU," paparnya.

    Dia mengimbau seluruh honorer non kategori untuk menyiapkan diri dalam seleksi CPNS 2016 mendatang. Ini agar dalam tes nanti bisa bersaing dengan pelamar umum lainnya. 

    SUMBER : www.jpnn.com

    demikian berita dan informasi yang dapat disampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua, salam PGRI

    ,



    Salam hormat untu para pembaca 

    Reformasi tunjangan guru akan dimulai tahun ini dengan penerapan UKG pada 19 November sampai 27 November 2015 . Selain itu akan dilaksanakan pula penilaian kinerja guru untuk memastikan kualitas dan transparansi evaluasi kinerja mereka.

    Menurut Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Sumarna Surapranata, sebagaimana  kutipan dari Koran Sindo, rencana penghapusan tunjangan profesi guru (TPG) mempunyai dasar. Dalam Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) disebutkan bahwa besaran gaji PNS tergantung pada kinerja. Karena itu tunjangan guru akan direformasi menjadi tunjangan kinerja setelah melalui pengujian.

    Adanya reformasi tunjangan guru tersebut karena tidak semua guru kinerjanya menjadi bagus meskipun sudah mendapatkan tunjangan tersebut. Sumarna menambahkan, pemerintah ingin secepatnya insentif berbasis kompetensi dan kinerja itu segera direalisasi.

    UKG dan penilaian kinerja guru akan menjadi menu pada pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Jadi rapor guru nantinya harus terdiri atas PKG, UKG, dan prestasi belajar. Adanya PKB ini merupakan terobosan baru pelatihan guru, demikian penjelasan sari Sumarna.
    Menurut Guru besar Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta Hafid Abbas, sertifikasi guru melalui portofolio dan pelatihan 90 jam tak lebih dari formalitas belaka. Guru tidak dilatih, melainkan hanya diberi sertifikat secara cuma-cuma. Hafid mendukung revisi sertifikasi guru karena tidak memberi dampak perbaikan atas mutu pendidikan nasional.
    baseline;">

    Padahal penyelenggaraannya telah menguras 2/3 dari total anggaran pendidikan yang mencapai 20% APBN. Pada 2010 biaya sertifikasi mencapai Rp110 triliun. Namun Bank Dunia mempublikasi guru yang sudah sertifikasi dan yang belum ternyata menunjukkan prestasi yang relatif sama.

    Hafid menegaskan, ada tiga implikasi dari program sertifikasi yang mesti dibenahi. Pertama, Kemendikbud harus menghilangkan pola formalitas penyelenggaraan program sertifikasi guru. Kedua, kaitkan sertifikasi dengan pembenahan mekanisme pengadaan dan perekrutan calon guru di perguruan tinggi. Ketiga, sertifikasi guru harus diselenggarakan berbasis kelas.


    (Sumber: koran-sindo.com )

    ,

    JAKARTA – Tidak semua sekolah di Indonesia memiliki standar yang sama. Ada sejumlah sekolah yang sudah baik dalam infrastruktur, namun ada sebagian lagi yang masih kurang. Karena itulah perlu diterapkan standar pelayanan minimal (SPM) pendidikan. 
    Lead Adviser on Skills Development Higher Education and Education Governance ACDP Indonesia, Abdul Malik, mengungkapkan, kualitas pendidikan di Indonesia sangat beragam. "Dari sekolah ke sekolah, daerah ke daerah, sangat bervariasi. Kelengkapan guru dan fasilitas juga berbeda," ujarnya, di Kantor Kemendikbud, Jakarta, Rabu (9/9/2015).

    Malik menambahkan, sekolah-sekolah marginal hanya memiliki sedikit dana untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ironisnya, para guru cenderung memilih sekolah-sekolah bagus untuk menjadi tempat mengajar.

    Kebutuhan SPM pendidikan pun dirasa penting guna memperbaiki ketidaksetaraan ini. Bahkan, Uni Eropa menggelontorkan dana 37 juta euro kepada Indonesia untuk membangun SPM dalam bidang pendidikan.

    Perwakilan program Pengembangan Kapasitas Standar Pelayanan Minimal (MSS-CDP) Uni Eropa-Asian Development Bank, John Strain, menyampaikan bahwa dana tersebut akan disalurkan ke 108 kabupaten/kota dari 16 provinsi terpilih. Setiap kabupaten/kota akan menerima Rp2,5 miliar.

    "Dana hibah tersebut dipakai untuk melatih 50 ribu orang dari kalangan pemda, kepala sekolah, komite sekolah, dan guru untuk membuat SPM. Bahkan, pelatihan juga melibatkan sektor swasta," kata John.

    Salah satu bentuk SPM pendidikan, kata John, adalah penyusunan kurikulum dan rencana pembelajaran. Pembuatan dan pengaplikasian SPM sendiri akan mampu meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan pendidikan.

    Sumber : okezone.com

⬆
Top